Selasa, 04 Januari 2011

Contoh Anggaran Kegiatan Maulid Nabi


Lampiran 3
ESTIMASI BIAYA
a) Konsumsi
Makan Mubaligh dan Panitia                            : Rp    600.000,-
Snack tamu undangan                                      : Rp    500.000,-
  Rp 1.100.000,-
b) Perlengkapan
Sewa tenda                                                      : Rp    200.000,-
Sewa kursi 50 x @ Rp 2,500                           : Rp 1.250.000,-
Sound system                                                   : Rp    700.000,-
Baju Seragam Panitia 29 x @ Rp 30.000          : Rp    870.000,-
Hadiah Perlombaan                                          : Rp    300.000,-
Organ Gambus Islami                                       : Rp 1.500.000,-
Panggung                                                          : Rp    400.000,-
   Rp 5.220.000,-
c) Kesekretariatan                                         : Rp   200.000,-
d) Paket Santunan
Santunan anak yatim 30 anak x 30.000             : Rp    900.000,-
Bingkisan 30 anak x Rp 10.000,-                      : Rp    300.000,-
Santunan Jompo ( berupa sembako )                : Rp 2.000.000,-
Transport Penceramah                                      : Rp 1.500.000,-
Trasnsport Qiro’                                               : Rp.   500.000,-
                                                                          Rp 5.200.000,-
e) Rekapitulasi Dana Kumulatif
Konsumsi                                                         : Rp 1.100.000,-
Perle
ngkapan                                                    : Rp 5.220.000,-
Kesekretariatan                                               
: Rp    200.000,-
Paket santunan                                                 : Rp 5.200.000,-
        Rp 11.720.000,-
Pemasukan Dana : Rp. 1.000.000,- (Satu Juta Ribu Rupiah)
Kekurangan : Rp. 10.720.000,- (Sepuluh Juta Tujuh  Ratus Dua Puluh Ribu Rupiah)


Ketua Pelaksana,


K A R Y A N I
Kedokanwetan, 3 Januari 2011
Panitia PHBI Sanggar Ilmu Library
Bendahara,


                                   D U L I

Proposal Maulid NAbi 1432 Hijriah Sanggar Ilmu Library


I.       Pendahuluan
Ukhuwah islamiyah harus terus menerus dibangun dan dipelihara dimuka bumi ini sebagai penjabaran dari aplikasi aktif seluruh ummat muslim dalam menjaga kemaslahatan di dunia dan akherat.
Melalui Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) yang rutin setiap tahun dilaksanakan diharapkan dapat meningkatkan ukkhuwah Islamiyah dan tali silaturahmi serta perilaku yang sesuai dengan syariat islam diawali dari lingkungan terkecil yaitu lingkungan keluarga, masyarakat dan yang lebih luas lagi.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1432 H merupakan salah satu pengapresiasian dari kita selaku Ummat Islam untuk menjunjung tinggi Nabi kita semua sebagai suri tauladan di muka bumi ini. Hal ini baik sekali terutama sebagai pembelajaran kepada generasi penerus kita berikutnya.
Sebagai bentuk apresiasi yang bermanfaat dan patut dilestarikan kepada anak-anak kita serta masyarakat terutama yang ada dilingkungan Sanggar Ilmu Library Blok Truwali Desa Kedokanwetan.

II.Dasar Kegiatan
1.      Program yang ada di Sanggar Ilmu Library
2.      Agenda kegiatan tahunan dalam Peringatan Hari Besar Islam (PHBI)

III. T U J U A N
1.      Peningkatan iman, ilmu dan amal shalih.
2.      Terselenggaranya aktivitas Maulid Nabi Muhammad SAW dengan baik.
3.      Pengurus dan anggota Sanggar Ilmu Library Blok Truwali semakin memahami cara-cara berorganisasi yang baik dalam melaksanakan dakwah islamiyah.

IV.  TEMA KEGIATAN
“Dengan memperingati Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1432 H kita tingkatkan Ukhuwah Islamiyah dan saling berbagi antar sesama

V.     PELAKSANAAN DAN TEMPAT
Hari / tanggal      : Sabtu, 5 Februari 2011
Tempat               : Sanggar Ilmu Library Blok Truwali Rt/Rw. 13/03 Desa Kedokan Wetan Kecamatan Kedokan Bunder –Kabupaten Indramayu.
VI.              KEPANITIAAN
Terlampir

VII.           MANUAL ACARA
Terlampir

VIII.        ESTIMASI BIAYA
Terlampir

IX.  PENUTUP
Maulid adalah bulan yang penuh barakah, sangat sayang rasanya bila dilewatkan tanpa kegiatan yang dapat meningkatkan iman dan taqwa. Untuk melaksanakan aneka kegiatan Maulid Nabi Muhammad yang menunjang ibadah diperlukan kerja yang profesional. Insya Allah, dengan tekad bersama dan semangat gotong royong serta pertolongan-Nya kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik. Tentu saja partisipasi dari donatur sangat kami harapkan.
Semoga kiranya Allah Subhanahu Wa Ta’ala senantiasa memberi rahmat, petunjuk dan kesuksesan kepada kita semua. Amin.


Ketua Pelaksana,



K A R Y A N I
Kedokanwetan, 22 Desember 2010
Panitia PHBI Sanggar Ilmu Library
Sekertaris,



NINING NURJANAH

Proposal Agustusan 2010 Sanggar Ilmu Library


I.       Pendahuluan
Enam puluh lima tahun yang lalu, Indonesia belum semerdeka dan semaju sekarang ini. Selama lebih dari 250 tahun sebelum 1945, hampir seluruh wilayah di Indonesia dikuasai oleh Kolonial Belanda, Inggris, dan Jepang. Pada zaman penjajahan, rakyat Indonesia benar-benar berada pada posisi yang sulit, terjepit, dan terjajah di tanah sendiri. Jika kita baca kembali buku-buku dan arsip sejarah, maka akan terlihat bagaimana rakyat Indonesia menjadi budak di negeri sendiri.
Oleh karena itu, kondisi terjajah seperti ini perlu kita sadari dan solusikan bersama. Sebagai rakyat kecil, kita bisa memberi kontribusi dengan menjaga kerukunan antar ras, suku, agama, dan golongan. Dengan bersatunya rakyat indonesia, didukung dengan pemimpin dan wakil rakyat yang jujur dan adil, maka kemerdekaan yang sesungguhnya bukan hal yang mustahil.
Berangkat dari keinginan untuk mempererat persatuan bangsa tersebut, kami Pengurus Sanggar Ilmu Library dan Pemilih Pemula Blok Truwali Desa Kedokanbunder Wetan ingin memulainya dari lingkup terkecil. Bersamaan dengan Hari Kemerdekaan Indonesia ke 65 yang sebentar lagi akan kita peringati secara bersama, Panitia HUT RI Sanggar Ilmu Library dan Pemilih Pemula bermaksud mengadakan beberapa kegiatan yang bertema “Bangkit dengan semangat Kekeluargaan”.

II.    Nama dan Tema Kegiatan
Nama Kegiatan       : Peringatan Hari Ulang Tahun RI ke 65
Tema Kegiatan       : “Bangkit dengan Semangat Kekeluargaan”

III. Tujuan dan Sasaran Kegiatan
Tujuan kegiatan ini antara lain adalah:
1.      Memperingati Hari Kemerdekaan RI yang ke-65.
2.      Mempererat tali silaturrahim dan persatuan pengurus, remaja dan warga Blok Truwali.
3.      Menghidupkan kembali semangat berorganisasi pengurus Sanggar ILmu Library.
Sedangkan sasaran kegiatan ini adalah seluruh warga Desa Kedokanbunder wetan Blok Truwali Kecamatan Kedokanbunder – Kabupaten Indramayu.

IV.    Waktu dan Tempat Kegiatan
Kegiatan ini akan dilaksanakan pada hari Minggu, 8 Agustus 2010 bertempat di lingkungan Sanggar Ilmu Library Blok Truwali Desa Kedokanbunder Wetan.

V.       Deskripsi Kegiatan
Acara Peringatan HUT RI yang ke 65 ini, akan dikemas dalam acara perlombaan dan hiburan yang diikuti oleh berbagai jenjang usia warga Blok Truwali. Berikut ini beberapa lomba yang direncanakan:
Lomba untuk Bapak-Bapak
1. Tarik Tambang
2. Bola Kemben

Lomba untuk Ibu-ibu
1. Joget Balon
2. Lomba Make-up
3. Lomba Bakiak
4. Lomba Karoke

Lomba untuk usia 6 - 12 tahun
1. Lomba membawa kelereng dalam sendok
2. Lomba panjat pisang
3. Lomba kerupuk
4. Lomba gigit uang

Lomba untuk usia 12-25 tahun
1.    Lomba Karoke Dangdut
2.    Lomba Busana Pahlawan

VI.    Anggaran Dana
Terlampir

VII. Susunan Panitia
Terlampir



VIII. Penutup
Demikian proposal kegiatan ini kami buat. Semoga dapat menjadi gambaran atas rencana kami. Rencana hitam di atas putih ini tidak akan terwujud tanpa bimbingan dan dukungan dari Bapak/Ibu sekalian. Kami selaku panitia, memohon dukungan baik moral maupun materi demi kelancaran acara ini. Semoga apa yang kita usahakan ini menjadi amal sholih yang diiringi keikhlasan sehingga berbuah pahala dari sisi Allah SWT.


Ketua Pelaksana,



A B B A S
Kedokanwetan, 28 Juli 2010
Panitia HUT RI ke 65 Sanggar Ilmu Library
Sekertaris,



D A R S O N O

Proposal BUka Puasa Bersama Sanggar Ilmu Library


I.       LATAR BELAKANG
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa
sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa”
(QS 2:183, Al Baqarah)
Ramadhan adalah bulan suci penuh berkah, rahmat dan ampunan Allah subhanahu wa ta’ala. Merupakan saat yang baik bagi kita untuk menempa diri dalam ketaqwaan melebihi hari-hari biasa, agar nantinya memperoleh derajat orang yang bertaqwa (muttaqiin), sebagaimana maksud dari shaum itu sendiri. Berpuasa di siang hari, menahan hawa nafsu dan qiyamullail adalah merupakan beberapa contoh aktivitas selama bulan Ramadhan. Ibadah yang lain berkaitan dengan shaum Ramadhan adalah membayar zakat fithrah dan melaksanakan shalat ‘idul fithry secara berjama’ah pada tanggal 1 Syawal.
Ibadah Ramadhan yang dilaksanakan secara khusyu’ dan penuh ketertiban adalah dambaan setiap muslim yang bertaqwa. Juga, memanfaatkan momentum ini untuk memperkaya khazanah pengetahuan agama serta keanekaragaman aktivitasnya merupakan kebutuhan dalam kehidupan kita. Karena itu, diperlukan kemudahan-kemudahan dalam menyambut Ramadhan. 
Berdasarkan pertimbangan di atas, maka kami selaku pengurus Sanggar ilmu Library  Blok Truwali bermaksud untuk mengadakan acara kegiatan buka puasa bersama dan santunan anak yatim piatu dan jompo. Kegiatan tersebut diselenggarakan dengan menyusun beberapa acara yang insya Allah dapat memberi nilai tambah dalam meningkatkan ketaqwaan kita semua.

II.    T U J U A N
1.      Peningkatan iman, ilmu dan amal shalih.
2.      Terselenggaranya aktivitas ibadah Ramadhan 1431 H dengan baik.
3.      Pengurus dan anggota Sanggar ilmu Library Blok Truwali, semakin memahami cara-cara berorganisasi yang baik dalam melaksanakan da’wah islamiyah.

III. TEMA KEGIATAN
“Dengan shaum Ramadhan 1431 H kita tingkatkan Ukhuwah Islamiyah dan saling berbagi”

VI.    PELAKSANAAN DAN TEMPAT
Hari dan tanggal      : Sabtu, 28 Agustus 2010
Tempat                   : Sanggar Ilmu Library Blok Truwali Rt/Rw. 13/03 Desa Kedokan Wetan Kecamatan Kedokan Bunder – Kabupaten Indramayu.

VII. KEPANITIAAN
Terlampir

VIII.            ESTIMASI BIAYA
Terlampir

IX.    PENUTUP
Ramadhan adalah bulan yang penuh barakah, sangat sayang rasanya bila dilewatkan tanpa kegiatan yang dapat meningkatkan iman dan taqwa. Untuk melaksanakan aneka kegiatan Ramadhan yang menunjang ibadah diperlukan kerja yang profesional. Insya Allah, dengan tekad bersama dan semangat gotong royong serta pertolongan-Nya kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik. Tentu saja partisipasi dari donatur sangat kami harapkan.
Semoga kiranya Allah Subhanahu Wa Ta’ala senantiasa memberi rahmat, petunjuk dan kesuksesan kepada kita semua. Amin.



Ketua Pelaksana,



MOCH. IBNU ARWAN
Kedokanwetan, 28 Juli 2010
Panitia Buka Puasa Bersama Sanggar Ilmu Library
Sekertaris,



D I A N A H


Jumat, 17 Desember 2010

Perilaku Menyimpang Remaja dan Solusinya


Masalah Remaja Di Sekolah Remaja yang masih sekolah di SLTP/ SLTA selalu mendapat banyak hambatan atau masalah yang biasanya muncul dalam bentuk perilaku. Berikut ada lima daftar masalah yang selalu dihadapi para remaja di sekolah.
  1. Perilaku Bermasalah (problem behavior). Masalah perilaku yang dialami remaja di sekolah dapat dikatakan masih dalam kategori wajar jika tidak merugikan dirinya sendiri dan orang lain. Dampak perilaku bermasalah yang dilakukan remaja akan menghambat dirinya dalam proses sosialisasinya dengan remaja lain, dengan guru, dan dengan masyarakat. Perilaku malu dalam dalam mengikuti berbagai aktvitas yang digelar sekolah misalnya, termasuk dalam kategori perilaku bermasalah yang menyebabkan seorang remaja mengalami kekurangan pengalaman. Jadi problem behaviour akan merugikan secara tidak langsung pada seorang remaja di sekolah akibat perilakunya sendiri.
  2. Perilaku menyimpang (behaviour disorder). Perilaku menyimpang pada remaja merupakan perilaku yang kacau yang menyebabkan seorang remaja kelihatan gugup (nervous) dan perilakunya tidak terkontrol (uncontrol). Memang diakui bahwa tidak semua remaja mengalami behaviour disorder. Seorang remaja mengalami hal ini jika ia tidak tenang, unhappiness dan menyebabkan hilangnya konsentrasi diri. Perilaku menyimpang pada remaja akan mengakibatkan munculnya tindakan tidak terkontrol yang mengarah pada tindakan kejahatan. Penyebab behaviour disorder lebih banyak karena persoalan psikologis yang selalu menghantui dirinya.
  3. Penyesuaian diri yang salah (behaviour maladjustment). Perilaku yang tidak sesuai yang dilakukan remaja biasanya didorong oleh keinginan mencari jalan pintas dalam menyelesaikan sesuatu tanpa mendefinisikan secara cermat akibatnya. Perilaku menyontek, bolos, dan melangar peraturan sekolah merupakan contoh penyesuaian diri yang salah pada remaja di sekolah menegah (SLTP/SLTA).
  4. Perilaku tidak dapat membedakan benar-salah (conduct disorder). Kecenderungan pada sebagian remaja adalah tidak mampu membedakan antara perilaku benar dan salah. Wujud dari conduct disorder adalah munculnya cara pikir dan perilaku yang kacau dan sering menyimpang dari aturan yang berlaku di sekolah. Penyebabnya, karena sejak kecil orangtua tidak bisa membedakan perilaku yang benar dan salah pada anak. Wajarnya, orang tua harus mampu memberikan hukuman (punisment) pada anak saat ia memunculkan perilaku yang salah dan memberikan pujian atau hadiah (reward) saat anak memunculkan perilaku yang baik atau benar. Seorang remaja di sekolah dikategorikan dalam conduct disorder apabila ia memunculkan perikau anti sosial baik secara verbal maupun secara non verbal seperti melawan aturan, tidak sopan terhadap guru, dan mempermainkan temannya . Selain itu, conduct disordser juga dikategorikan pada remaja yang berperilaku oppositional deviant disorder yaitu perilaku oposisi yang ditunjukkan remaja yang menjurus ke unsur permusuhan yang akan merugikan orang lain.
  5. Attention Deficit Hyperactivity disorder, yaitu anak yang mengalami defisiensi dalam perhatian dan tidak dapat menerima impul-impuls sehingga gerakan-gerakannya tidak dapat terkontrol dan menjadi hyperactif. Remaja di sekolah yang hyperactif biasanya mengalami kesulitan dalam memusatkan perhatian sehingga tidak dapat menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan kepadanya atau tidak dapat berhasil dalam menyelesaikan tugasnya. Jika diajak berbicara, remaja yang hyperactif tersebut tidak memperhatikan lawan bicaranya. Selain itu, anak hyperactif sangat mudah terpengaruh oleh stimulus yang datang dari luar serta mengalami kesulitan dalam bermain bersama dengan temannya.

Peranan Lembaga Pendidikan Untuk tidak segera mengadili dan menuduh remaja sebagai sumber segala masalah dalam kehidupan di masyarakat, barangkali baik kalau setiap lembaga pendidikan (keluarga, sekolah, dan masyarakat) mencoba merefleksikan peranan masing-masing.
Pertama, lembaga keluarga adalah lembaga pendidikan yang utama dan pertama.
Kehidupan kelurga yang kering, terpecah-pecah (broken home), dan tidak harmonis akan menyebebkan anak tidak kerasan tinggal di rumah. Anak tidak mersa aman dan tidak mengalami perkembangan emosional yang seimbang. Akibatnya, anak mencari bentuk ketentraman di luar keluarga, misalnya gabung dalam group gang, kelompok preman dan lain-lain. Banyak keluarga yang tak mau tahu dengan perkembangan anak-anaknya dan menyerahkan seluruh proses pendidikan anak kepada sekolah. Kiranya keliru jika ada pendapat yang mengatakan bahwa tercukupnya kebutuhan-kebutuhan materiil menjadi jaminan berlangsungnya perkembangan kepribadian yang optimal bagi para remaja.
Kedua, bagaimana pembinaan moral dalam lembaga keluarga, sekolah, dan masyarakat.
Kontras tajam antara ajaran dan teladan nyata dari orang tua, guru di sekolah, dan tokoh-tokoh panutan di masyarakat akan memberikan pengaruh yang besar kepada sikap, perilaku, dan moralitas para remaja. Kurang adanya pembinaan moral yang nyata dan pudarnya keteladanan para orangtua ataupun pendidik di sekolah menjadi faktor kunci dalam proses perkembangan kepribadian remaja. Secara psikologis, kehidupan remaja adalah kehidupan mencari idola. Mereka mendambakan sosok orang yang dapat dijadikan panutan. Segi pembinaan moral menjadi terlupakan pada saat orang tua ataupun pendidik hanya memperhatikan segi intelektual. Pendidikan disekolah terkadang terjerumus pada formalitas pemenuhan kurikulum pendidikan, mengejar bahan ajaran, sehingga melupakan segi pembinaan kepribadian penanaman nilai-nilai pendidikan moral dan pembentukan sikap.
Ketiga, bagaimana kehidupan sosial ekonomi keluarga dan masyarakat apakah mendukung optimalisasi perkembangan remaja atau tidak.
Saat ini, banyak anak-anak di kota-kota besar seperti Jakarta sudah merasakan kemewahan yang berlebihan. Segala keinginannya dapat dipenuhi oleh orangtuanya. Kondisi semacam ini sering melupakan unsur-unsur yang berkaitan dengan kedewasaan anak. Pemenuhan kebutuhan materiil selalu tidak disesuaikan dengan kondisi dan usia perkembangan anak. Akibatnya, anak cenderung menjadi sok malas, sombong, dan suka meremehkan orang lain.
Keempat, bagaimana lembaga pendidikan di sekolah dalam memberikan bobot yang proposional antara perkembangan kognisi, afeksi, dan psikomotor anak.
Akhir-akhir ini banyak dirasakan beban tuntutan sekolah yang terlampau berat kepada para peserta didik. Siswa tidak hanya belajar di sekolah, tetapi juga dipaksa oleh orangtua untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di sekolah dan mengikuti les tambahan di luar sekolah. Faktor kelelahan, kemampuan fisik dan kemampuan inteligensi yang terbatas pada seorang anak sering tidak diperhitungkan oleh orangtua. Akibatnya, anak-anak menjadi kecapaian dan over acting, dan mengalami pelampiasan kegembiraan yang berlebihan pada saat mereka selesai menghadapi suasana yang menegangkan dan menekan dalam kehidupan di sekolah.
Kelima, bagaimana pengaruh tayangan media massa baik media cetak maupun elektronik yang acapkali menonjolkan unsur kekerasan dan diwarnai oleh berbagai kebrutalan.
Pengaruh-pengaruh tersebut maka munculah kelompok-kelompok remaja, gang-gang yang berpakaian serem dan bertingkah laku menakutkan yang hampir pasti membuat masyarakat prihatin dan ngeri terhadap tindakan-tindakan mereka. Para remaja tidak dipersatukan oleh suatu identitas yang ideal. Mereka hanya himpunan anak-anak remaja atau pemuda-pemudi, yang malahan memperjuangkan sesuatu yang tidak berharga (hura-hura), kelompok yang hanya mengisi kekosongan emosional tanpa tujuan jelas.
Apa Jalan Keluar Kita?
Siswa-siswi SLTP/SLTA adalah siswa-siswi yang berada dalam golongan usia remaja, usia mencari identitas dan eksistensi diri dalam kehidupan di masyarakat. Dalam proses pencarian identitas itu, peran aktif dari ketiga lembaga pendidikan akan banyak membantu melancarkan pencapaian kepribadian yang dewasa bagi para remaja. Ada beberapa hal kunci yang bisa dilakukan oleh lembaga-lembaga pendidikan.
Pertama, memberikan kesempatan untuk mengadakan dialog untuk menyiapkan jalan bagi tindakan bersama.
Sikap mau berdialog antara orangtua, pendidik di sekolah, dan masyarakat dengan remaja pada umumnya adalah kesempatan yang diinginkan para remaja. Dalam hati sanubari para remaja tersimpan kebutuhan akan nasihat, pengalaman, dan kekuatan atau dorongan dari orang tua. Tetapi sering kerinduan itu menjadi macet bila melihat realitas mereka dalam keluarga, di sekolah ataupun dalam lingkungan masyarakat yang tidak memungkinkan karena antara lain begitu otoriter dan begitu bersikap monologis. Menyadari kekurangan ini, lembaga-lembaga pendidikan perlu membuka kesempatan untuk mengadakan dialog dengan para remaja, kaum muda dan anak-anak, entah dalam lingkungan keluarga, sekolah maupun masyarakat.
Kedua, menjalin pergaulan yang tulus.
Dewasa ini jumlah orang tua yang bertindak otoriter terhadap anak-anak mereka sudah jauh berkurang. Namun muncul kecenderungan yang sebaliknya, yaitu sikap memanjakan anak secara berlebihan. Banyak orang tua yang tidak berani mengatakan tidak terhadap anak-anak mereka supaya tidak dicap sebagai orangtua yang tidak mempercayai anak-anaknya, untuk tidak dianggap sebagai orangtua kolot, konservatif dan ketinggalan jaman.
Ketiga, memberikan pendampingan, perhatian dan cinta sejati.
Ada begitu banyak orangtua yang mengira bahwa mereka telah mencintai anak-anaknya. Sayang sekali bahwa egoisme mereka sendiri menghalang-halangi kemampuan mereka untuk mencintaianak secara sempurna. "Saya telah memberikan segala-galanya", itulah keluhan seorang ibu yang merasa kecewa karena anak-anaknya yang ugal-ugalan di sekolah dan di masyarakat. Anak saya anak yang tidak tahu berterima kasih, katanya.
Yang perlu dipahami bahwa setiap individu memerlukan rasa aman dan merasakan dirinya dicintai. Sejak lahir satu kebutuhan pokok yang yang pertama-tama dirasakan manusia adalah kebutuhan akan "kasih sayang" yang dalam masa perkembangan selanjutnya di usia remaja, kasih sayang, rasa aman, dan perasaan dicintai sangat dibutuhkan oleh para remaja. Dengan usaha-usaha dan perlakuan-perlakuan yang memberikan perhatian, cinta yang tulus, dan sikap mau berdialog, maka para remaja akan mendapatkan rasa aman, serta memiliki keberanian untuk terbuka dalam mengungkapkan pendapatnya.
Lewat kondisi dan suasana hidup dalam keluarga, lingkungan sekolah, ataupun lingkungan masyarakat seperti di atas itulah para remaja akan merasa terdampingi dan mengalami perkembangan kepribadian yang optimal dan tidak terkungkung dalam perasaan dan tekanan-tekanan batin yang mencekam. Dengan begitu gaya hidup yang mereka tampilkan benar-benar merupakan proses untuk menemukan identitas diri mereka sendiri yang sebenarnya.

SABAR = TUNGGU WAKTU TUHAN

Hari ini Tuhan kasih gw pelajaran baru lagi, tentang kesabaran. Ayatnya ada di Yesus Bin Sirakh 2:1-18. Sejujurnya kitab Deuterokanonika adalah kitab yang paling ga pernah gw baca sama sekali. Tapi hari ini Tuhan ajarin gw dari kitab itu dan semua berhubungan dengan hal-hal yang gw alami belakangan ini.

Oya, btw dari mana kita tahu kalo itu suara Tuhan atau bukan? Gampang! Kalo kita dekat dengan orang tua kita, pasti waktu salah satu dari ortu kita telp (entah bokap/nyokap), tanpa mereka sebut nama mereka pun pasti kita udah tahu kalo itu suara mereka. Atau misalnya kita lagi di kamar terus ada suara bokap di ruang tamu, pasti kita tahu deh. Kenapa bisa tahu? Karena kita udah biasa ngobrol dengan mereka. Tuhan juga begitu, kalo kita rajin berdoa tiap hari (bahkan punya jam-jam doa), kita pasti kenal suara Tuhan. Makanya doa disebut sebagai jembatan komunikasi antara manusia dengan Tuhan. Tapi kalo doa aja cuma seminggu sekali, gimana mau bisa denger suara Tuhan?

Ok, balik lagi ke topik. Akhir-akhir ini kesabaran gw diuji. Skripsi gw udah di-acc semuanya (puji Tuhan), tapi sebelumnya tuh mau minta acc aja susahhhh banget, tapi gw juga ga putus asa. Doa, nazar, sabar…tunggu waktu Tuhan. Ternyata ga butuh waktu lama lho. Gw jadi malu karena udah mengeluh duluan hehehe.. dan sekarang dari 10 syarat-syarat untuk daftar sidang cuma tinggal 1 yang belum yaitu tanda tangan ketua jurusan yang katanya lagi cuti sampe rabu ini. Sabar.

Gw mau beli hp sony Ericson W890i yang gw baru tahu kalo ternyata itu model lama dan di semua toko di mall-mall yang udah gw datangi, stoknya habis. Akhirnya karena kesal, semua uang itu gw belikan emas batangan di toko emas langganan gw (eh, investasi itu penting lho, apalagi emas bisa menangkal inflasi – hehehe, gw udah belajar investasi dari umur 20thn). Dapetlah emas batangan senilai 4gr dengan harga Rp1.591.000. Nyokap gw setuju banget, katanya daripada beli hape baru mendingan beli emas batangan. Btw, temen-temen gw pasti ga nyangka kalo gw yang suka ngopi-ngopi di mall dan barang-barang bermerek ini juga suka investasi. Cuma Kartini aja yang tahu. Kan ada porsinya berapa yang harus ditabung dan dibelanjakan, ada hitungannya. Ya, lain kali gw tulis tentang investasi deh hehehe..

Setelah gw pesen emasnya dan udah transfer uang, temen gw telp katanya sodaranya punya hape tipe yang gw mau (sebelumnya gw memang minta tolong dia untuk cariiin). Disamping itu, dd gw bilang kalo gw udah beli hape baru maka hape yg lama buat dia aja. Ahhh, jadi serba salah. Apa gw yang kurang sabar ya? Mungkin juga. tapi gw sempet mikir kalo hape baru itu gw ga butuh-butuh amat kok.

Nah, solusi yang akan gw ambil adalah nanti malam waktu bokap udah pulang gw akan pinjem uang bokap dulu baru nanti gw ganti dengan cara mencicil (walaupun gw benci yang namanya kredit/utang) tapi gw harus lakukan karena ga enak sama dd gw. Udah janji bo. Tuhan, mudah-mudahan bokap mau pinjemin deh, secara 80% duit gw tuh diinvestasikan pake jangka waktu, yang ditabungan itu cuma buat seneng-seneng aja (misalnya beli baju,sepatu,ongkos,dll).

SEX BEBAS. GAYA PACARAN MASA KINI?

Hasil survey Komnas Perlindungan Anak tahun 2008 di 33 propinsi mengenai perilaku seksual remaja masa kini menyebutkan bahwa 97% remaja SMP dan SMA pernah menonton film porno, 93,7% remaja SMP dan SMA pernah berciuman, meraba alat kelamin atau melakukan oral sex, 62,7% remaja SMP dan SMA tidak perawan lagi dan 21,2% remaja SMP dan SMA pernah melakukan aborsi.
Kaget juga gw begitu baca datanya, tapi ga begitu kaget banget karena udah tahu bakalan seperti itu melihat banyaknya anak-anak SMP dan SMA zaman sekarang yang pacaran udah kelewat batas dan ga tahu tempat. Kayaknya dulu waktu SMP, gw masih bodo banget deh tentang pacaran, baru mulai pacaran pas SMA kelas 1. SMP itu cuma cinta monyet. Tapi anak-anak sekarang malah udah tahu oral sex segala. Salut.
Yah, semua itu bisa terjadi juga karena ada kemauan dari pihak cowok dan ceweknya juga sih (atau mereka berdua, khususnya cewek, emang kelewat bego). Dimana ada kemauan dan kesempatan maka terjadilah hal yang diinginkan.
Lalu siapa yang salah? Orang tua? ABSOLUTELY YES!!! Kalo sampe anaknya “salah jalan” begitu, udah pasti ada yang salah dengan didikan orang tuanya. Tapi dia kan deket sama orang tuanya, sering ngobrol, kok bisa sex bebas ya, bisa narkoba, aborsi, dll?? Ntar dulu, kalo lagi ngobrol, apa dulu ni yang diobrolin? Pernah ngobrolin tentang sex ga? Cara pacaran yang bener? Kalo ga pernah ya pantes aja anaknya jadi begitu.
Kenapa gw bilang semua salah orang tua? Ada ayatnya tuh di alkitab (tapi gw lupa ayat berapa hehehe), hmmm.. kalo ga salah ada bunyinya “…..hendaklah orang tua mengajarkannya berulang-ulang kali kepada anak-anak mereka…..” Anak itu kan titipan Tuhan, jadi harus jadi TANGGUNGJAWAB orang tua.
Sebenarnya baru pertama kali pacaran di usia 20 tahun keatas bisa juga menyebabkan sex bebas. Gw buat peringkatnya seperti ini: pertama kali pacaran usia 20-25 tahun = telat, pertama kali pacaran usia 26 thn keatas = telat banget.
Ada lho temen gw yang sampai usia 34 tahun belum pernah pacaran. Serius! Udah gitu ada juga temen gw yang baru pacaran di usia 28 thn dan sekarang dia sama pacarnya udah oral sex. Belum aja making love. Masih takut-takut kali yeee… Selain ada kemauan dan kesempatan juga ada factor pendukung lainnya: yaitu rasa penasaran yang tinggi. Ya iyalah, dia kan belum pernah pacaran, sekalinya dapet pacar di usia 28 pasti dia penasaran orang pacaran itu ngapain aja, selain itu pengalaman pacaran cowoknya lebih banyak dari dia dan cowoknya pasti melihat kalo dia itu cewek bego yang gampang dikadalin sooo.. terjadilah.
Makanya gw selalu bilang sama adik-adik gw. Buat yang cowok, kalo pacaran jangan sampe bikin anak orang hamil. Buat yang cewek, dijaga punyanya, barang berharga cewek, jangan sampe hamil. Jgn sampe bikin malu keluarga besar.
Ciuman ga masalah lah selama itu masih bisa dikontrol, asal jangan pake nafsu (ada juga lho ciuman nafsu). Jangan pernah percaya sama rayuan cowok. Cowok itu seharusnya dinilai berdasarkan perbuatannya BUKAN kata-katanya. Kalo dia bilang I love u, suruh aja buktiiin, kalo dia bilang kamu cantik, bilang aja makasih, memang iya sih (narsis sedikit ga apa-apa). Terus lihat juga berapa lama tuh cowok pedekate sama kita.
Buat gw kalo ada cowok yang baru 3 bulan kenal terus nembak, bisa ditebak deh kalo cowok itu cuma mau puasin nafsu doank. Udah gitu, jangan pernah pake hati dalam pacaran, sebenarnya dalam semua hal sih, pakailah logika. Kalo buat Tuhan baru pake hati.
Kalo lo cinta sama gw, lo harus mau lakuin ini. Rayuan gombal cowok yang mau puasin nafsunya ke cewek bego yang kalo pake hati pasti terjadi hal yang diinginkan si cowok. Untuk hal seperti itu pakailah logika. Ga peduli mau dianggap orang kuno, sex akan indah setelah menikah (pernyataan dari orang-orang yang udah menikah) dan gw percaya itu. Gw sendiri adalah orang yang menganut paham kunoisme.
Tapi cewek memang begitu ya, apa-apa selalu pake hati. Tuhan bilang dalam kehidupan di dunia ini, pakailah akal (maksudnya logika). Padahal kalo pake logika waktu putus cinta ga akan berasa sesakit itu lho, karena harusnya cinta buat pacar itu 10% aja, bahkan harusnya ga ada. Kan belum tahu juga apa dia orang yang tepat ato bukan.
Temen-temen gw yang hamil di luar nikah juga banyak, yang menggugurkan kandungannya juga ada. Kadang gw pengen marah dan nampar mereka satu-satu (ceweknya). Bikin malu kaum hawa aja. Apa mereka ga mikir ya gimana perasaan orang tuanya? Coba dibalik posisinya, kalo udah punya anak, memangnya kita mau kalo anak kita nanti hamil di luar nikah?
Peran orang tua memang penting banget deh. Coba selalu komunikasi sama orang tua. Masukan-masukan yang bagus bakal kita dapat.
Lagian orang disini lagi sibuk cari kerja, gw juga lagi sibuk urusin sidang (ga ada hubungannya hehehehe), yang disana malah sibuk pacaran, mending kalo pacarannya bener. Mendingan pinter dulu deh baru pacaran.