Selasa, 04 Januari 2011

Proposal BUka Puasa Bersama Sanggar Ilmu Library


I.       LATAR BELAKANG
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa
sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa”
(QS 2:183, Al Baqarah)
Ramadhan adalah bulan suci penuh berkah, rahmat dan ampunan Allah subhanahu wa ta’ala. Merupakan saat yang baik bagi kita untuk menempa diri dalam ketaqwaan melebihi hari-hari biasa, agar nantinya memperoleh derajat orang yang bertaqwa (muttaqiin), sebagaimana maksud dari shaum itu sendiri. Berpuasa di siang hari, menahan hawa nafsu dan qiyamullail adalah merupakan beberapa contoh aktivitas selama bulan Ramadhan. Ibadah yang lain berkaitan dengan shaum Ramadhan adalah membayar zakat fithrah dan melaksanakan shalat ‘idul fithry secara berjama’ah pada tanggal 1 Syawal.
Ibadah Ramadhan yang dilaksanakan secara khusyu’ dan penuh ketertiban adalah dambaan setiap muslim yang bertaqwa. Juga, memanfaatkan momentum ini untuk memperkaya khazanah pengetahuan agama serta keanekaragaman aktivitasnya merupakan kebutuhan dalam kehidupan kita. Karena itu, diperlukan kemudahan-kemudahan dalam menyambut Ramadhan. 
Berdasarkan pertimbangan di atas, maka kami selaku pengurus Sanggar ilmu Library  Blok Truwali bermaksud untuk mengadakan acara kegiatan buka puasa bersama dan santunan anak yatim piatu dan jompo. Kegiatan tersebut diselenggarakan dengan menyusun beberapa acara yang insya Allah dapat memberi nilai tambah dalam meningkatkan ketaqwaan kita semua.

II.    T U J U A N
1.      Peningkatan iman, ilmu dan amal shalih.
2.      Terselenggaranya aktivitas ibadah Ramadhan 1431 H dengan baik.
3.      Pengurus dan anggota Sanggar ilmu Library Blok Truwali, semakin memahami cara-cara berorganisasi yang baik dalam melaksanakan da’wah islamiyah.

III. TEMA KEGIATAN
“Dengan shaum Ramadhan 1431 H kita tingkatkan Ukhuwah Islamiyah dan saling berbagi”

VI.    PELAKSANAAN DAN TEMPAT
Hari dan tanggal      : Sabtu, 28 Agustus 2010
Tempat                   : Sanggar Ilmu Library Blok Truwali Rt/Rw. 13/03 Desa Kedokan Wetan Kecamatan Kedokan Bunder – Kabupaten Indramayu.

VII. KEPANITIAAN
Terlampir

VIII.            ESTIMASI BIAYA
Terlampir

IX.    PENUTUP
Ramadhan adalah bulan yang penuh barakah, sangat sayang rasanya bila dilewatkan tanpa kegiatan yang dapat meningkatkan iman dan taqwa. Untuk melaksanakan aneka kegiatan Ramadhan yang menunjang ibadah diperlukan kerja yang profesional. Insya Allah, dengan tekad bersama dan semangat gotong royong serta pertolongan-Nya kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik. Tentu saja partisipasi dari donatur sangat kami harapkan.
Semoga kiranya Allah Subhanahu Wa Ta’ala senantiasa memberi rahmat, petunjuk dan kesuksesan kepada kita semua. Amin.



Ketua Pelaksana,



MOCH. IBNU ARWAN
Kedokanwetan, 28 Juli 2010
Panitia Buka Puasa Bersama Sanggar Ilmu Library
Sekertaris,



D I A N A H


Jumat, 17 Desember 2010

Perilaku Menyimpang Remaja dan Solusinya


Masalah Remaja Di Sekolah Remaja yang masih sekolah di SLTP/ SLTA selalu mendapat banyak hambatan atau masalah yang biasanya muncul dalam bentuk perilaku. Berikut ada lima daftar masalah yang selalu dihadapi para remaja di sekolah.
  1. Perilaku Bermasalah (problem behavior). Masalah perilaku yang dialami remaja di sekolah dapat dikatakan masih dalam kategori wajar jika tidak merugikan dirinya sendiri dan orang lain. Dampak perilaku bermasalah yang dilakukan remaja akan menghambat dirinya dalam proses sosialisasinya dengan remaja lain, dengan guru, dan dengan masyarakat. Perilaku malu dalam dalam mengikuti berbagai aktvitas yang digelar sekolah misalnya, termasuk dalam kategori perilaku bermasalah yang menyebabkan seorang remaja mengalami kekurangan pengalaman. Jadi problem behaviour akan merugikan secara tidak langsung pada seorang remaja di sekolah akibat perilakunya sendiri.
  2. Perilaku menyimpang (behaviour disorder). Perilaku menyimpang pada remaja merupakan perilaku yang kacau yang menyebabkan seorang remaja kelihatan gugup (nervous) dan perilakunya tidak terkontrol (uncontrol). Memang diakui bahwa tidak semua remaja mengalami behaviour disorder. Seorang remaja mengalami hal ini jika ia tidak tenang, unhappiness dan menyebabkan hilangnya konsentrasi diri. Perilaku menyimpang pada remaja akan mengakibatkan munculnya tindakan tidak terkontrol yang mengarah pada tindakan kejahatan. Penyebab behaviour disorder lebih banyak karena persoalan psikologis yang selalu menghantui dirinya.
  3. Penyesuaian diri yang salah (behaviour maladjustment). Perilaku yang tidak sesuai yang dilakukan remaja biasanya didorong oleh keinginan mencari jalan pintas dalam menyelesaikan sesuatu tanpa mendefinisikan secara cermat akibatnya. Perilaku menyontek, bolos, dan melangar peraturan sekolah merupakan contoh penyesuaian diri yang salah pada remaja di sekolah menegah (SLTP/SLTA).
  4. Perilaku tidak dapat membedakan benar-salah (conduct disorder). Kecenderungan pada sebagian remaja adalah tidak mampu membedakan antara perilaku benar dan salah. Wujud dari conduct disorder adalah munculnya cara pikir dan perilaku yang kacau dan sering menyimpang dari aturan yang berlaku di sekolah. Penyebabnya, karena sejak kecil orangtua tidak bisa membedakan perilaku yang benar dan salah pada anak. Wajarnya, orang tua harus mampu memberikan hukuman (punisment) pada anak saat ia memunculkan perilaku yang salah dan memberikan pujian atau hadiah (reward) saat anak memunculkan perilaku yang baik atau benar. Seorang remaja di sekolah dikategorikan dalam conduct disorder apabila ia memunculkan perikau anti sosial baik secara verbal maupun secara non verbal seperti melawan aturan, tidak sopan terhadap guru, dan mempermainkan temannya . Selain itu, conduct disordser juga dikategorikan pada remaja yang berperilaku oppositional deviant disorder yaitu perilaku oposisi yang ditunjukkan remaja yang menjurus ke unsur permusuhan yang akan merugikan orang lain.
  5. Attention Deficit Hyperactivity disorder, yaitu anak yang mengalami defisiensi dalam perhatian dan tidak dapat menerima impul-impuls sehingga gerakan-gerakannya tidak dapat terkontrol dan menjadi hyperactif. Remaja di sekolah yang hyperactif biasanya mengalami kesulitan dalam memusatkan perhatian sehingga tidak dapat menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan kepadanya atau tidak dapat berhasil dalam menyelesaikan tugasnya. Jika diajak berbicara, remaja yang hyperactif tersebut tidak memperhatikan lawan bicaranya. Selain itu, anak hyperactif sangat mudah terpengaruh oleh stimulus yang datang dari luar serta mengalami kesulitan dalam bermain bersama dengan temannya.

Peranan Lembaga Pendidikan Untuk tidak segera mengadili dan menuduh remaja sebagai sumber segala masalah dalam kehidupan di masyarakat, barangkali baik kalau setiap lembaga pendidikan (keluarga, sekolah, dan masyarakat) mencoba merefleksikan peranan masing-masing.
Pertama, lembaga keluarga adalah lembaga pendidikan yang utama dan pertama.
Kehidupan kelurga yang kering, terpecah-pecah (broken home), dan tidak harmonis akan menyebebkan anak tidak kerasan tinggal di rumah. Anak tidak mersa aman dan tidak mengalami perkembangan emosional yang seimbang. Akibatnya, anak mencari bentuk ketentraman di luar keluarga, misalnya gabung dalam group gang, kelompok preman dan lain-lain. Banyak keluarga yang tak mau tahu dengan perkembangan anak-anaknya dan menyerahkan seluruh proses pendidikan anak kepada sekolah. Kiranya keliru jika ada pendapat yang mengatakan bahwa tercukupnya kebutuhan-kebutuhan materiil menjadi jaminan berlangsungnya perkembangan kepribadian yang optimal bagi para remaja.
Kedua, bagaimana pembinaan moral dalam lembaga keluarga, sekolah, dan masyarakat.
Kontras tajam antara ajaran dan teladan nyata dari orang tua, guru di sekolah, dan tokoh-tokoh panutan di masyarakat akan memberikan pengaruh yang besar kepada sikap, perilaku, dan moralitas para remaja. Kurang adanya pembinaan moral yang nyata dan pudarnya keteladanan para orangtua ataupun pendidik di sekolah menjadi faktor kunci dalam proses perkembangan kepribadian remaja. Secara psikologis, kehidupan remaja adalah kehidupan mencari idola. Mereka mendambakan sosok orang yang dapat dijadikan panutan. Segi pembinaan moral menjadi terlupakan pada saat orang tua ataupun pendidik hanya memperhatikan segi intelektual. Pendidikan disekolah terkadang terjerumus pada formalitas pemenuhan kurikulum pendidikan, mengejar bahan ajaran, sehingga melupakan segi pembinaan kepribadian penanaman nilai-nilai pendidikan moral dan pembentukan sikap.
Ketiga, bagaimana kehidupan sosial ekonomi keluarga dan masyarakat apakah mendukung optimalisasi perkembangan remaja atau tidak.
Saat ini, banyak anak-anak di kota-kota besar seperti Jakarta sudah merasakan kemewahan yang berlebihan. Segala keinginannya dapat dipenuhi oleh orangtuanya. Kondisi semacam ini sering melupakan unsur-unsur yang berkaitan dengan kedewasaan anak. Pemenuhan kebutuhan materiil selalu tidak disesuaikan dengan kondisi dan usia perkembangan anak. Akibatnya, anak cenderung menjadi sok malas, sombong, dan suka meremehkan orang lain.
Keempat, bagaimana lembaga pendidikan di sekolah dalam memberikan bobot yang proposional antara perkembangan kognisi, afeksi, dan psikomotor anak.
Akhir-akhir ini banyak dirasakan beban tuntutan sekolah yang terlampau berat kepada para peserta didik. Siswa tidak hanya belajar di sekolah, tetapi juga dipaksa oleh orangtua untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di sekolah dan mengikuti les tambahan di luar sekolah. Faktor kelelahan, kemampuan fisik dan kemampuan inteligensi yang terbatas pada seorang anak sering tidak diperhitungkan oleh orangtua. Akibatnya, anak-anak menjadi kecapaian dan over acting, dan mengalami pelampiasan kegembiraan yang berlebihan pada saat mereka selesai menghadapi suasana yang menegangkan dan menekan dalam kehidupan di sekolah.
Kelima, bagaimana pengaruh tayangan media massa baik media cetak maupun elektronik yang acapkali menonjolkan unsur kekerasan dan diwarnai oleh berbagai kebrutalan.
Pengaruh-pengaruh tersebut maka munculah kelompok-kelompok remaja, gang-gang yang berpakaian serem dan bertingkah laku menakutkan yang hampir pasti membuat masyarakat prihatin dan ngeri terhadap tindakan-tindakan mereka. Para remaja tidak dipersatukan oleh suatu identitas yang ideal. Mereka hanya himpunan anak-anak remaja atau pemuda-pemudi, yang malahan memperjuangkan sesuatu yang tidak berharga (hura-hura), kelompok yang hanya mengisi kekosongan emosional tanpa tujuan jelas.
Apa Jalan Keluar Kita?
Siswa-siswi SLTP/SLTA adalah siswa-siswi yang berada dalam golongan usia remaja, usia mencari identitas dan eksistensi diri dalam kehidupan di masyarakat. Dalam proses pencarian identitas itu, peran aktif dari ketiga lembaga pendidikan akan banyak membantu melancarkan pencapaian kepribadian yang dewasa bagi para remaja. Ada beberapa hal kunci yang bisa dilakukan oleh lembaga-lembaga pendidikan.
Pertama, memberikan kesempatan untuk mengadakan dialog untuk menyiapkan jalan bagi tindakan bersama.
Sikap mau berdialog antara orangtua, pendidik di sekolah, dan masyarakat dengan remaja pada umumnya adalah kesempatan yang diinginkan para remaja. Dalam hati sanubari para remaja tersimpan kebutuhan akan nasihat, pengalaman, dan kekuatan atau dorongan dari orang tua. Tetapi sering kerinduan itu menjadi macet bila melihat realitas mereka dalam keluarga, di sekolah ataupun dalam lingkungan masyarakat yang tidak memungkinkan karena antara lain begitu otoriter dan begitu bersikap monologis. Menyadari kekurangan ini, lembaga-lembaga pendidikan perlu membuka kesempatan untuk mengadakan dialog dengan para remaja, kaum muda dan anak-anak, entah dalam lingkungan keluarga, sekolah maupun masyarakat.
Kedua, menjalin pergaulan yang tulus.
Dewasa ini jumlah orang tua yang bertindak otoriter terhadap anak-anak mereka sudah jauh berkurang. Namun muncul kecenderungan yang sebaliknya, yaitu sikap memanjakan anak secara berlebihan. Banyak orang tua yang tidak berani mengatakan tidak terhadap anak-anak mereka supaya tidak dicap sebagai orangtua yang tidak mempercayai anak-anaknya, untuk tidak dianggap sebagai orangtua kolot, konservatif dan ketinggalan jaman.
Ketiga, memberikan pendampingan, perhatian dan cinta sejati.
Ada begitu banyak orangtua yang mengira bahwa mereka telah mencintai anak-anaknya. Sayang sekali bahwa egoisme mereka sendiri menghalang-halangi kemampuan mereka untuk mencintaianak secara sempurna. "Saya telah memberikan segala-galanya", itulah keluhan seorang ibu yang merasa kecewa karena anak-anaknya yang ugal-ugalan di sekolah dan di masyarakat. Anak saya anak yang tidak tahu berterima kasih, katanya.
Yang perlu dipahami bahwa setiap individu memerlukan rasa aman dan merasakan dirinya dicintai. Sejak lahir satu kebutuhan pokok yang yang pertama-tama dirasakan manusia adalah kebutuhan akan "kasih sayang" yang dalam masa perkembangan selanjutnya di usia remaja, kasih sayang, rasa aman, dan perasaan dicintai sangat dibutuhkan oleh para remaja. Dengan usaha-usaha dan perlakuan-perlakuan yang memberikan perhatian, cinta yang tulus, dan sikap mau berdialog, maka para remaja akan mendapatkan rasa aman, serta memiliki keberanian untuk terbuka dalam mengungkapkan pendapatnya.
Lewat kondisi dan suasana hidup dalam keluarga, lingkungan sekolah, ataupun lingkungan masyarakat seperti di atas itulah para remaja akan merasa terdampingi dan mengalami perkembangan kepribadian yang optimal dan tidak terkungkung dalam perasaan dan tekanan-tekanan batin yang mencekam. Dengan begitu gaya hidup yang mereka tampilkan benar-benar merupakan proses untuk menemukan identitas diri mereka sendiri yang sebenarnya.

SABAR = TUNGGU WAKTU TUHAN

Hari ini Tuhan kasih gw pelajaran baru lagi, tentang kesabaran. Ayatnya ada di Yesus Bin Sirakh 2:1-18. Sejujurnya kitab Deuterokanonika adalah kitab yang paling ga pernah gw baca sama sekali. Tapi hari ini Tuhan ajarin gw dari kitab itu dan semua berhubungan dengan hal-hal yang gw alami belakangan ini.

Oya, btw dari mana kita tahu kalo itu suara Tuhan atau bukan? Gampang! Kalo kita dekat dengan orang tua kita, pasti waktu salah satu dari ortu kita telp (entah bokap/nyokap), tanpa mereka sebut nama mereka pun pasti kita udah tahu kalo itu suara mereka. Atau misalnya kita lagi di kamar terus ada suara bokap di ruang tamu, pasti kita tahu deh. Kenapa bisa tahu? Karena kita udah biasa ngobrol dengan mereka. Tuhan juga begitu, kalo kita rajin berdoa tiap hari (bahkan punya jam-jam doa), kita pasti kenal suara Tuhan. Makanya doa disebut sebagai jembatan komunikasi antara manusia dengan Tuhan. Tapi kalo doa aja cuma seminggu sekali, gimana mau bisa denger suara Tuhan?

Ok, balik lagi ke topik. Akhir-akhir ini kesabaran gw diuji. Skripsi gw udah di-acc semuanya (puji Tuhan), tapi sebelumnya tuh mau minta acc aja susahhhh banget, tapi gw juga ga putus asa. Doa, nazar, sabar…tunggu waktu Tuhan. Ternyata ga butuh waktu lama lho. Gw jadi malu karena udah mengeluh duluan hehehe.. dan sekarang dari 10 syarat-syarat untuk daftar sidang cuma tinggal 1 yang belum yaitu tanda tangan ketua jurusan yang katanya lagi cuti sampe rabu ini. Sabar.

Gw mau beli hp sony Ericson W890i yang gw baru tahu kalo ternyata itu model lama dan di semua toko di mall-mall yang udah gw datangi, stoknya habis. Akhirnya karena kesal, semua uang itu gw belikan emas batangan di toko emas langganan gw (eh, investasi itu penting lho, apalagi emas bisa menangkal inflasi – hehehe, gw udah belajar investasi dari umur 20thn). Dapetlah emas batangan senilai 4gr dengan harga Rp1.591.000. Nyokap gw setuju banget, katanya daripada beli hape baru mendingan beli emas batangan. Btw, temen-temen gw pasti ga nyangka kalo gw yang suka ngopi-ngopi di mall dan barang-barang bermerek ini juga suka investasi. Cuma Kartini aja yang tahu. Kan ada porsinya berapa yang harus ditabung dan dibelanjakan, ada hitungannya. Ya, lain kali gw tulis tentang investasi deh hehehe..

Setelah gw pesen emasnya dan udah transfer uang, temen gw telp katanya sodaranya punya hape tipe yang gw mau (sebelumnya gw memang minta tolong dia untuk cariiin). Disamping itu, dd gw bilang kalo gw udah beli hape baru maka hape yg lama buat dia aja. Ahhh, jadi serba salah. Apa gw yang kurang sabar ya? Mungkin juga. tapi gw sempet mikir kalo hape baru itu gw ga butuh-butuh amat kok.

Nah, solusi yang akan gw ambil adalah nanti malam waktu bokap udah pulang gw akan pinjem uang bokap dulu baru nanti gw ganti dengan cara mencicil (walaupun gw benci yang namanya kredit/utang) tapi gw harus lakukan karena ga enak sama dd gw. Udah janji bo. Tuhan, mudah-mudahan bokap mau pinjemin deh, secara 80% duit gw tuh diinvestasikan pake jangka waktu, yang ditabungan itu cuma buat seneng-seneng aja (misalnya beli baju,sepatu,ongkos,dll).

SEX BEBAS. GAYA PACARAN MASA KINI?

Hasil survey Komnas Perlindungan Anak tahun 2008 di 33 propinsi mengenai perilaku seksual remaja masa kini menyebutkan bahwa 97% remaja SMP dan SMA pernah menonton film porno, 93,7% remaja SMP dan SMA pernah berciuman, meraba alat kelamin atau melakukan oral sex, 62,7% remaja SMP dan SMA tidak perawan lagi dan 21,2% remaja SMP dan SMA pernah melakukan aborsi.
Kaget juga gw begitu baca datanya, tapi ga begitu kaget banget karena udah tahu bakalan seperti itu melihat banyaknya anak-anak SMP dan SMA zaman sekarang yang pacaran udah kelewat batas dan ga tahu tempat. Kayaknya dulu waktu SMP, gw masih bodo banget deh tentang pacaran, baru mulai pacaran pas SMA kelas 1. SMP itu cuma cinta monyet. Tapi anak-anak sekarang malah udah tahu oral sex segala. Salut.
Yah, semua itu bisa terjadi juga karena ada kemauan dari pihak cowok dan ceweknya juga sih (atau mereka berdua, khususnya cewek, emang kelewat bego). Dimana ada kemauan dan kesempatan maka terjadilah hal yang diinginkan.
Lalu siapa yang salah? Orang tua? ABSOLUTELY YES!!! Kalo sampe anaknya “salah jalan” begitu, udah pasti ada yang salah dengan didikan orang tuanya. Tapi dia kan deket sama orang tuanya, sering ngobrol, kok bisa sex bebas ya, bisa narkoba, aborsi, dll?? Ntar dulu, kalo lagi ngobrol, apa dulu ni yang diobrolin? Pernah ngobrolin tentang sex ga? Cara pacaran yang bener? Kalo ga pernah ya pantes aja anaknya jadi begitu.
Kenapa gw bilang semua salah orang tua? Ada ayatnya tuh di alkitab (tapi gw lupa ayat berapa hehehe), hmmm.. kalo ga salah ada bunyinya “…..hendaklah orang tua mengajarkannya berulang-ulang kali kepada anak-anak mereka…..” Anak itu kan titipan Tuhan, jadi harus jadi TANGGUNGJAWAB orang tua.
Sebenarnya baru pertama kali pacaran di usia 20 tahun keatas bisa juga menyebabkan sex bebas. Gw buat peringkatnya seperti ini: pertama kali pacaran usia 20-25 tahun = telat, pertama kali pacaran usia 26 thn keatas = telat banget.
Ada lho temen gw yang sampai usia 34 tahun belum pernah pacaran. Serius! Udah gitu ada juga temen gw yang baru pacaran di usia 28 thn dan sekarang dia sama pacarnya udah oral sex. Belum aja making love. Masih takut-takut kali yeee… Selain ada kemauan dan kesempatan juga ada factor pendukung lainnya: yaitu rasa penasaran yang tinggi. Ya iyalah, dia kan belum pernah pacaran, sekalinya dapet pacar di usia 28 pasti dia penasaran orang pacaran itu ngapain aja, selain itu pengalaman pacaran cowoknya lebih banyak dari dia dan cowoknya pasti melihat kalo dia itu cewek bego yang gampang dikadalin sooo.. terjadilah.
Makanya gw selalu bilang sama adik-adik gw. Buat yang cowok, kalo pacaran jangan sampe bikin anak orang hamil. Buat yang cewek, dijaga punyanya, barang berharga cewek, jangan sampe hamil. Jgn sampe bikin malu keluarga besar.
Ciuman ga masalah lah selama itu masih bisa dikontrol, asal jangan pake nafsu (ada juga lho ciuman nafsu). Jangan pernah percaya sama rayuan cowok. Cowok itu seharusnya dinilai berdasarkan perbuatannya BUKAN kata-katanya. Kalo dia bilang I love u, suruh aja buktiiin, kalo dia bilang kamu cantik, bilang aja makasih, memang iya sih (narsis sedikit ga apa-apa). Terus lihat juga berapa lama tuh cowok pedekate sama kita.
Buat gw kalo ada cowok yang baru 3 bulan kenal terus nembak, bisa ditebak deh kalo cowok itu cuma mau puasin nafsu doank. Udah gitu, jangan pernah pake hati dalam pacaran, sebenarnya dalam semua hal sih, pakailah logika. Kalo buat Tuhan baru pake hati.
Kalo lo cinta sama gw, lo harus mau lakuin ini. Rayuan gombal cowok yang mau puasin nafsunya ke cewek bego yang kalo pake hati pasti terjadi hal yang diinginkan si cowok. Untuk hal seperti itu pakailah logika. Ga peduli mau dianggap orang kuno, sex akan indah setelah menikah (pernyataan dari orang-orang yang udah menikah) dan gw percaya itu. Gw sendiri adalah orang yang menganut paham kunoisme.
Tapi cewek memang begitu ya, apa-apa selalu pake hati. Tuhan bilang dalam kehidupan di dunia ini, pakailah akal (maksudnya logika). Padahal kalo pake logika waktu putus cinta ga akan berasa sesakit itu lho, karena harusnya cinta buat pacar itu 10% aja, bahkan harusnya ga ada. Kan belum tahu juga apa dia orang yang tepat ato bukan.
Temen-temen gw yang hamil di luar nikah juga banyak, yang menggugurkan kandungannya juga ada. Kadang gw pengen marah dan nampar mereka satu-satu (ceweknya). Bikin malu kaum hawa aja. Apa mereka ga mikir ya gimana perasaan orang tuanya? Coba dibalik posisinya, kalo udah punya anak, memangnya kita mau kalo anak kita nanti hamil di luar nikah?
Peran orang tua memang penting banget deh. Coba selalu komunikasi sama orang tua. Masukan-masukan yang bagus bakal kita dapat.
Lagian orang disini lagi sibuk cari kerja, gw juga lagi sibuk urusin sidang (ga ada hubungannya hehehehe), yang disana malah sibuk pacaran, mending kalo pacarannya bener. Mendingan pinter dulu deh baru pacaran.

SISTEMATIKA PROPOSAL PTK

JUDUL
Judul PTK hendaknya dinyatakan dengan akurat dan padat permasalahan serta bentuk tindakan yang dilakukan peneliti sebagai upaya pemecahan masalah. Formulasi judul hendaknya singkat, jelas, dan sederhana namun secara tersirat telah menampilkan sosok PTK bukan sosok penelitian formal.
LATAR BELAKANG MASALAH
Dalam latar belakang permasalahan ini hendaknya diuraikan urgensi penanganan permasalahan yang diajukan itu melalui PTK. Untuk itu, harus ditunjukkkan fakta – fakta yang mendukung, baik yang berasal dari pengamatan guru selama ini maupun dari kajian pustaka. Dukungan berupa hasil penelitian –penelitian terdahulu, apabila ada juga akan lebih mengokohkan argumentasi mengenai urgensi serta signifikansi permasalahan yang akan ditangani melalui PTK yang diusulkan itu. Karakteristik khas PTK yang berbeda dari penelitianformal hendaknya tercermin dalam uraian di bagian ini.
PERMASALAHAN
Permasalahan yang diusulkan untuk ditangani melalui PTK itu dijabarkan secara lebih rinci dalam bagian ini. Masalah hendaknya benar – benar di angkat dari masalah keseharian di sekolah yang memang layak dan perlu diselesaikan melalui PTK. Sebaliknya permasalahan yang dimaksud seyogyanya bukan permasalahan yang secara teknis metodologik di luar jangkauan PTK. Uraian permasalahan yang ada hendaknya didahului oleh identifikasi masalah, yang dilanjutkan dengan analisis masalah serta diikuti dengan refleksi awal sehingga gambaran permasalahan yang perlu di tangani itu nampak menjadi perumusan masalah tersebut. Dalam bagian ini dikunci dengan perumusan masalah tersebut. Dalam bagian inipun, sosok PTK harus secara konsisten tertampilkan.
CARA PEMECAHAN MASALAH
Dalam bagian ini dikemukakan cara yang diajukan untuk memecahkan masalah yang dihadapi. Alternatif pemecahan yang diajukan hendaknya mempunyai landasan konseptual yang mantap yang bertolak dari hasil analisis masalah. Disamping itu, juga harus terbayangkan kemungkinan kemanfaatan hasil pemecahan masalah dalam rangka pembenahan dan/atau peningkatan implementasi program pembelajaran dan/atau berbagai program sekolah lainnya.Juga harus dicermati artikulasi kemanfaatan PTK berbeda dari kemanfaatan penelitian formal.
TUJUAN PENELITIAN DAN MANFAAT PENELITIAN
Tujuan PTK hendaknya dirumuskan secara jelas.paparkan sasaran antara dan akhir tindakan perbaikan.perumusan tujuan harus konsisten dengan hakekat permasalahan yang dikemukakan dalam bagian – bagian sebelumnya. Dengan sendirinya,artikulasi tujuan PTK berbeda dari tujuanformal . Sebagai contoh dapat dikemukakan PTK di bidang IPA yang bertujuan meningkatkan prestasi siswa dalam mata pelajaran IPA melalaui penerapan strategi PBM yang baru, pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar mengajar dan sebagainya. Pengujian dan/atau pengembangan strategi PBM baru bukan merupakan rumusan tujuan PTK. Selanjutnya ketercapaian tujuan hendaknya dapat diverfikasi secara obyektif.Syukur apabila juga dapat dikuantifikasikan.
Disamping tujuan PTK, juga perlu diuraikan kemungkinan kemanfaatan penelitian. Dalam hubungan ini, perlu dipaparkan secara spesifik keuntungan – keuntungan yang dijanjikan, khususnya bagi siswa sebagai pewaris langsung (direct beneficiaries) hasil PTK, di samping bagi guru pelaksana PTK, bagi rekan – rekan guru lainnya serta bagi para dosen LPTK sebagai pendidik guru. Berbeda dari konteks penelitian formal, kemanfaatan bagi pengembangan ilmu. Teknologi dan seni tidak merupakan prioritas dalam konteks PTK, meskipun kemungkinan kehadirannya tidak ditolak.
KERANGKA TEORETIK DAN HIPOTESIS TINDAKAN
Pada bagian ini diuraikan landasan substantive dalam arti teoritik dan/atau metodologik yang dipergunakan peneliti dalam menentukan alternative, yang akan diimplementasikan. Untuk keperluan itu, dalam bagian ini diuraikan kajian baik pengalaman peneliti pelakju PTK sendiri nyang relevan maupun pelaku – pelaku PTK lain disamping terhadap teori – teori yang lazim termuat dalam berbagai kepustakaan. Argumentasi logic dan teoretik diperlukan guna menyusun kerangka konseptual. Aras kerangka konseptual yang disusun itu, hipotesis tindakan dirumuskan.
RENCANA PENELITIAN
Setting penelitian dan karakteristik subjek penelitian
Pada bagian ini disebutkan di mana penelitian tersebut dilakukan, di kelas berapa dan bagaimana karakteristik dari kelas tersebut seperti komposisi siswa pria dan wanita. Latar belakang sosial ekonomi yang mungkin relevan dengan permasalahan,tingkat kemampuan dan lain sebagainya. Aspek substantive permasalahan seperti Matematika kelas II SMPLB atau bahasa inggris kelas III SMLB, juga dikemukakan pada bagian ini.
Variabel yang diselidiki
Pada bagian ini ditentukan variabel – variabel penelitian yang dijadikan titik – titik incar untuk menjawab permasalahan yang dihadapi. Variabel tersebut dapat berupa (1) variabel input yang terkait dengan siswa,guru, bahan pelajaran, sumber belajar, prosedur evaluasi, lingkungan belajar, dan lain sebagainya; (2) variabel proses pelanggaran KBM seperti interaksi belajar-mengajar, keterampilan bertanya, guru, gaya mengajar guru, cara belajar siswa, implementasi berbagai metode mengajar di kelas, dan sebagainya, dan (3) varaibel output seperti rasa keingintahuan siswa, kemampuan siswa mengaplikasikan pengetahuan, motivasi siswa, hasil belajar siswa, sikap terhadap pengalaman belajar yang telah digelar melalui tindakan perbaikan dan sebagainya.
Rencana Tindakan
Pada bagian ini digambarkan rencana tindakan untuk meningkatkan pembelajaran, seperti :
Perencanaan, yaitu persiapan yang dilakukan sehubungan dengan PTK yang diprakarsai seperti penetapan entry behavior. Pelancaran tes diagnostic untuk menspesifikasi masalah. Pembuatan scenario pembelajaran, pengadaan alat – alat dalam rangka implementasi PTK, dan lain – lin yang terkait bdengan pelaksanaan tindakan perbaikan yang telah ditetapkan sebelumnya. Disamping itu juga diuraikan yang telah ditetapkan sebelumnya. Disamping itu juga diuraikan alternative – alternative solusi yang akan dicobakan dalam rangka perbaikan masalah. Format kemitraan antaraguru dengan dosen LPTK juga dikemukakan pada bagian ini.
Implementasi Tindakan yaitu deskripsi tindakan yang akan di gelar. Scenario kerja tindakan perbaikan dan prosedur tindakan yang akan diterapkan.
Observasi dan Interpretasi yaitu uraian tentang prosedur perekaman dan penafsiran data mengenai proses dan produk dari implementasi tindakan perbaikan yang dirancang.
Analisis dan Refleksi yaitu uraian tentang prosedur analisis terhadap hasil pemantauan dan refleksi berkenaan dengan proses dan dampak tindakan perbaikan yang akan digelar, personel yang akan dilibatkan serta kriteria dan rencana bagi tindakan daur berikutnya.
Data dan cara pengumpilannya
Pada bagian ini ditunjukkan dengan jelas jenis data yang akan dikumpulkan yang berkenaan dengan baik proses maupun dampak tindakan perbaikan yang di gelar, yang akan digunakan sebagai dasar untuk menilai keberhasilan atau kekurangberhasilan tindakan perbaikan pembelajaran yang dicobakan. Format data dapat bersifat kualitatif, kuantitatif, atau kombinasi keduanya.
Di samping itu teknik pengumpilan data yang diperlukan juga harus diuraikan dengan jelas seperti melalui pengamatan partisipatif, pembuatan juranal harian, observasi aktivitas di kelas (termasuk berbagai kemungkinan format dan alat bantu rekam yang akan digunakan)penggambaran interaksi dalam kelas (analisis sosiometrik), pengukuran hasil belajar dengan berbagai prosedur asesmen dan sebagainya.selanjutnya dalam prosedur pengumpulan data PTK ini tidak boleh dilupakan bahwa sebagai pelaku PTK, Paraguru juga harus aktif sebagai pengumoul data, bukan semata – mata sebagai sumber data.
Akhirnya semu teknologi pengumpulan data yang digunakan harus mendapat penilaian kelaikan yang cermat dalam konteks PTK yang khas itu. Sebab meskipun mungkin saja memang menjanjikan mutu rekaman yang jauh lebih baik. Penggunaan teknologi perekaman data yang canggih dapat saja terganjal keras pada tahap tayang ulang dalam rangka analisis dan interpretasi data.
Indikator kinerja
Pada bagaian ini tolak ukur keberhasilan tindakan perbaikan ditetapkan secara eksplisit sehingga memudahkan verifikasinya untuk tindak perbaikan melalui PTK yang bertujuan mengurangi kesalahan konsep siswa misalnya perlu ditetapkan kriteria keberhasilan dalam bentuk pengurangan (njumlah jenis dan atau tingkat kegawatan)miskonsepsi yang tertampilkan yang patut diduga sebagai dampak dari implementasi tindakan perbaikan yang dimaksud.
Tim peneliti dan tugasnya
Pada bagian ini hendaknya dicantumakan nama – nama anggota tim peneliti dan uraian tugas peran setiap anggota tim peneliti serta jam kerja yang dialokasikan setiap minggu untuk kegiatan penelitian.
JADWAL PENELITIAN
Jadwal kegiatan penelitian disusun dalam matriks yang menggambarkan urutan kegiatan dari awal sampai akhir.
RENCANA ANGGARAN
Komponen – komponen pembiayaan
Rencana anggaran meliputi kebutuhan dukungan financial untuk tahap persiapan pelaksanan penelitian, dan pelaporan.
Secara lebih rinci, pembiayaan yang termasuk dalam setiap bidang adalah sebagai berikut :
Persiapan
Kegiatan persiapan antara lain meliputi pertemuan anggota tim peneliti untuk menetapkan jadwal penelitian dan pembagian kerja, menyusun instrument penelitian, menetapkan format pengumpulan data, menetapkan teknik analisis data, dan sebagainya.
Kegiatan operasional di lapangan
Dalam kegiatan operasional dapat tercakup antara lain pelancaran tes diagnostic dan analisis hasilnya, gladi resik implementasi tindakan, perbaikan, pelaksanaan tindakan perbaikan, observasi dan interpretasi pelaksanaan tindakan perbaikan, pertemuan refleksi, perencanaan tindakan ulang, dan sebagainya.
Penyusunan Laporan Hasil PTK
Pembiayaan yang termasuk dalam bagian ini adalah penyusunan konsep laporan, review konsep laporan, penyusunan konsep laporan akhir. Seminar local hasil penelitian, seminar nasional hasil penelitian, dan sebagainya. Juga termasuk dalam pembiayaan adalah penggandaan dan pengiriman laporan hasil PTK, serta pembuatan artikel hasil PTK dalm bahasa Indonesia dan bahasa Inggris
Cara Merinci Kegiatan dan Pembiayaan
Biaya penelitian harus dirinci berdasarkan kegiatan operasional yang dijabarkan dari metodologi yang dikemukakan. Agar dapat dihitung biayanya, kegiatan operasional itu harus jelas namanya, tempatnya, lamanya, jumlah pesertanya. Sarana yang diperlukan dan output yang diharapkan.
Beberapa patokan pembiayaan satuan kegiatan penelitian
Honorarium
Ketua Peneliti
Anggota tim peneliti
Tenaga Administrasi
Besarnya honorarium tergantung pada sumber pandanaan
Bahan dan Peralatan penelitian
Bahan habis pakai
Alat habis
Sewa alat
Perjalanan
Biaya perjalanan sesuai dengan ketentuan
Transportasi local sesuai harga setempat
Lumpsum termasuk konsumsi sesuai dengan ketentuan
Monitoring dari PGSM minimal untuk satu orang, satu kali, selama dua hari
Konsultasi ketua tim peneliti ke PGSM selama dua hari
Laporan Penelitian
Penggandaan
Penyusuinan artikel berbahasa Indonesia dan inggris
Pengiriman
Seminar
Seminar lokal, konsumsi sesuai harga setempat, biaya penyelenggaraan sesuai dengan harga setempat
Seminar nasionala minimal untuk dua orang (satu dosen LPTK dan satu guru pelaku PTK)
Daftar Pustaka
Daftar pustaka disusun menurut urutan abjad pengarang . hendaknya pustaka benar – benar relevan dan sungguh – sungguh dipergunakan dalam penelitian.
LAMPIRAN DAN LAIN – LAIN
Bagian lampiran dapat berisi curriculum vitae ketua dan para anggota tim inti. Curriculum vitae tersebut memuat identitas ketua anggota tim peneliti, riwayat pendidikan, pelatihan di bidang penelitian yang telah pernah diikuti, baik sebagai penatar/pelatih maupun sebagai peserta, dan pengalaman dalam penelitian termasuk di PTK.(http://massofa.wordpress.com/)

Senin, 13 Desember 2010

Hakikat dan Teknik Bertanya dalam Mengajar

Pada hakikatnya melalui bertanya kita akan mengetahui dan mendapatkan informasi tentang apa saja yang ingin kita ketahui. Dikaitkan dengan proses pembelajaran maka kegiatan bertanya jawab antara guru dan siswa, atara siswa ini menunjukan adanya ineraksi dikelas yang di dinamis dan multi arah.
Kegiatan bertanya akan lebih efektif bila pertanyaan yang diajukan cukup berbobot, mudah dimengerti atau relevan dengan topik yang dibicarakan. Tujuan guru mengajukan pertanyaan (1) mengembangkan pendekatan CBSA (2) menimbulkan rasa keingintahuan (3) merangsang fungsi berpikir (4) mengembangkan keterampilan berpikir (5) memfokuskan perhatian siswa (6) menstruktur tugas yang akan diberikan (7) mendiagnosis kesulitan belajar siswa (8) menkomunikasikan harapan yang diinginkan oleh guru dari siswanya (9) merangsang terjadinya diskusi dan memperlihatkan perhatian terhadap gagasan dan terapan siswa sebagai subjek didik.
Keterampilan bertanya ini mutlak harus dikuasai oleh guru baik itu guru pemula maupun yang sudah profesional karena dengan mengajukan pertanyaan baik guru maupun siswa akan mendapatkan umpan balik dari materi serta juga dapat menggugah perhatian siswa atau peserta didik.
Bertanya Dasar dan Bertanya Lanjut
Pada hakikatnya melalui bertanya kita akan mengetahui dan mendapatkan informasi tentang apa saja yang ingin kita ketahui. Dikaitkan dengan proses pembelajaran maka kegiatan bertanya jawab antara guru dan siswa, atara siswa ini menunjukan adanya ineraksi dikelas yang di dinamis dan multi arah.
Kegiatan bertanya akan lebih efektif bila pertanyaan yang diajukan cukup berbobot, mudah dimengerti atau relevan dengan topik yang dibicarakan. Tujuan guru mengajukan pertanyaan (1) mengembangkan pendekatan CBSA (2) menimbulkan rasa keingintahuan (3) merangsang fungsi berpikir (4) mengembangkan keterampilan berpikir (5) memfokuskan perhatian siswa (6) menstruktur tugas yang akan diberikan (7) mendiagnosis kesulitan belajar siswa (8) menkomunikasikan harapan yang diinginkan oleh guru dari siswanya (9) merangsang terjadinya diskusi dan memperlihatkan perhatian terhadap gagasan dan terapan siswa sebagai subjek didik.
Keterampilan bertanya ini mutlak harus dikuasai oleh guru baik itu guru pemula maupun yang sudah profesional karena dengan mengajukan pertanyaan baik guru maupun siswa akan mendapatkan umpan balik dari materi serta juga dapat menggugah perhatian siswa atau peserta didik.
Teknik Bertanya
Yang dimaksud dengan teknik bertanya adalah sejumlah cara yang dapat digunakan oleh kita sebagai guru untuk mengajukan pertanyaan kepada peserta didiknya dengan memperhatikan karakteristik dan latar belakang peserta didik.
Dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang menantang, peserta didik akan terangsang untuk berimajinasi sehingga dapat mengembangkan gagasan-gagasan barunya.
Pertanyaan yang baik memiliki kriteria-kriteria khusus seperti: jelas, informasi yang lengkap, terfokus pada satu masalah, berikan waktu yang cukup, sebarkan terlebih dahulu pertanyaan kepada seluruh siswa, berikan respon yang menyenangkan sesegera mungkin dan yang terakhir tuntunlah jawaban siswa sampai ia menemukan jawaban sendiri.
Pertanyaan
Ada 4 jenis pertanyaan yang dapat kita gunakan dalam melaksanakan tugas pembelajaran (1) pertanyaan permintaan (2) pertanyaan mengarahkan atau menuntun dan (3) pertanyaan yang bersifat menggali serta (4) pertanyaan retoris. Selain itu ada juga pertanyaan inventori yang terdiri dari 3 jenis yaitu (1) pertanyaan yang mengungkap perasaan dan pikiran (2) pertanyaan yang menggiring siswa untuk mengidentifikasi pola-pola perasaan pikiran dan perbuatan dan (3) pertanyaan yang menggiring peserta didik untuk mengidentifikasi akibat-akibat dari perasaan, pikiran dan perbuatan. Pertanyaan-pertanyaan berguna untuk memacu gagasan peserta didik misalnya dalam hal memancing gagasan/ide peserta didik dalam memecahkan masalah.
Sumber Buku Kemampuan Dasar Mengajar Krya Edi Soegito dan Yuliani Nurani

Lazzaro Spallanzani (1729-1799)


Spallanzani dilahirkan pada tanggal 12 Januari 1729, di Scandiano, Italia. Ia hadir di Universitas Bologna dan mulai Nya dalam studi hukum. However, his cousin, Laura Bassi, a professor of physics and mathematics, introduced him to a broadrange of scientific studies. Spallanzani diubah-Nya dan pendidikan saja, di 1754, ia seorang yang Ph.D. dalam filosofi. Dia bergabung ke supporthimself keimamatan sementara ia belajar fenomena alam, berharap untuk menentukan acara seperti explanationsfor sebagai batu skipping di air, maka regenerasi dari decapitated siput kepala, listrik dan pembuangan torpedo ikan. Selama karir ofhis, Spallanzani akan memeriksa pits peludahan dari gunung berapi, dunia reproduksi, air dari eels, gelap kedalaman dari kelelawar dari rumah, dan liku-liku dari sistem vascular.

Namun Spallanzani dari kontribusi besar pada bidang spontan generasi mikroorganisme. Teori generasi spontan yang diadakan livingcreatures dapat mengembangkan tak bernyawa dari masalah, terutama dari pembusukan hal. Misalnya, Aristotle percaya bahwa kehidupan hewan yang dihasilkan spontaneouslyfrom lumpur, kotoran, atau pembusukan kayu. Lainnya ilmuwan percaya alligators timbul dari Sungai Nil lumpur, cacing berasal dari Sungai Thames lumpur, dan datang fromcheese mites.

Francesco Redi, (1626-1697) seorang dokter dan naturalis Italia, dilakukan percobaan di abad ketujuhbelas yang pertama yang dispelled mitos dari generasi spontan. Menggunakan teori yang pembusukan produk hanya menjabat sebagai nesting situs maggots ke bertelur, Redi menunjukkan bahwa, dalam cuaca panas, maggotswould muncul di terkena daging hewan atau mati. Jika daging segar ditempatkan dalam kendi ditutup dengan kain kasa yang halus, tidak ada maggots muncul.

Spallanzani, sementara, ditetapkan dalam 1765 untuk membuktikan bahwa mikroorganisme existedbecause mereka sudah ada dalam beberapa bentuk dalam solusi, kontainer, atau udara. Dia mengambil solusi yang ia tahu akan "berkembang biak" organisme dan direbus untuk mereka sampai satu jam. Flasks rapat-rapat yang telah dimeteraikan untuk menahan kejangkitan udara. Tidak berkembang.

Tetapi proponents dari teori generasi spontan diberhentikan dari percobaan Spallanzani, hanya menyatakan bahwa proses perebusan telah hancur vitalto elemen yang perambatan dari organisme. Ia tidak sampai Louis Pasteur dari bakteri percobaan pada abad kemudian telah membuktikan bahwa Spallanzani kanan. Spallanzani kerja tentang generasi spontan akhirnya menyebabkan sarana pelestarian makanan melalui panas sterilisasi dan pengalengan.

Spallanzani juga menjadi perhatian beliau ke sistem peredaran darah. Melihat thesystem darah di dalam sebuah kapal induk ayam dari telur pada 1771, ia mampu determinethat sebuah jaringan arteriovenous ada dalam hewan berdarah panas. Dengan furtherstudy dari sistem peredaran darah, di mana Spallanzani mempelajari perubahan-perubahan yang terjadi setelah kematian mendatang serta efek dari luka di berbagai bagian dari sistem, dia akhirnya mengembangkan teori tekanan darah. Dia ditentukan bahwa arterial pulse adalah karena tidak cukup untuk beratnya dari otot jantung, tetapi yang dimaksudkan untuk mendorong dan kuat darah terhadap vascular dinding.

Ia juga melibatkan pertanyaan berikutnya pemupukan telur. Dia mulai dengan perkawinan praktik katak dan toads. Oleh 1785, ketika ia bekerja dengan anjing, ia dipaksa pertama kasus inseminasi buatan. Spallanzani dari keingintahuan fenomena alam sekitarnya membawanya pada sebuah ekspedisi ke volcanoesof Vesuvius, Stromboli, Vulcano, dan Etna. Selama perjalanan, ia naik towithin lima kaki lava pijar untuk mengukur arus nya. Dia menderita dibakar sebagai kaki ia turun ke dalam usus dari Vulcano. Dia sadar yang diberikan oleh gas di Etna. Spallanzani volkanis dari studi yang dia statusnya sebagai pelopor dalam volcanology.

Salah satu dari Spallanzani akhir penyelidikan membawanya ke dalam gelap dunia kelelawar. Dia tertarik dengan kemampuan untuk mengarahkan tanpa cahaya. Bahkan blinded, kelelawar di perjalanan dan bisa makan tanpa gangguan atau ragu-ragu. Spallanzani pergi melalui indera satu per satu, mencoba untuk menemukan satu yang governedthe kebiasaan dari kelelawar. Melalui proses penghapusan, ia menemukan bahwa plugging up the kelelawar 'telinga diberikan directionless mereka. Spallanzani saat menerima teori echolocation, teori ini tidak menjelaskan sampai 1941, ketika Donald R. Griffin menggambarkan bat's sensitivitas ke gelombang suara. Spallanzanidied pada 11 Februari 1799, di Pavia, Italia.